Jakarta – Isu mengenai Agenda Global 2026 kembali mencuat dan menjadi perbincangan panas setelah Komjen Pol. (Purn.) Dharma Pongrekun membeberkan analisisnya secara blak-blakan. Dalam sebuah kesempatan di podcast The Daily Buzz Okezone, mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) ini mengupas tuntas kaitan antara pandemi, digitalisasi, dan upaya penguasaan total terhadap kedaulatan negara yang menurutnya sedang berjalan sistematis.
Menolak Standarisasi Pikiran
Hadir sebagai bakal calon Gubernur DKI Jakarta jalur independen, Dharma awalnya merespons materi stand-up comedy Panji Pragiwaksono yang menyinggung logika berpikirnya. Dharma menilai, cap “gila” yang sering disematkan padanya adalah akibat dari sistem pendidikan yang selama ini melakukan “standarisasi pola pikir”.
“Kita dicetak oleh sistem sekolah untuk berpikir seragam. Sehingga ketika ada pemikiran yang out of the box atau keluar dari teks, langsung dianggap gila,” ujarnya. Ia mengajak masyarakat untuk mulai melihat akar masalah, bukan hanya sekadar permukaan.
COVID-19: Operasi Intelijen, Bukan Sekadar Wabah
Pernyataan kontroversial Dharma berlanjut saat membahas pandemi. Ia bersikukuh bahwa COVID-19 adalah sebuah operasi intelijen global. Menurutnya, isu kesehatan hanyalah pintu masuk untuk tujuan yang jauh lebih besar: pengambilalihan kedaulatan negara.
“Tujuannya bukan kesehatan, itu hanya isu. Target utamanya adalah memaksa percepatan digitalisasi dan menggiring kita ke tatanan kehidupan baru yang sebenarnya abnormal,” tegas Dharma. Ia juga menyinggung validitas tes PCR yang menurutnya telah melenceng dari fungsi aslinya sebagai alat deteksi virus.
Kode Rahasia di Balik Agenda 2026 & SDGs
Dharma kemudian membedah sebuah poster bertuliskan “2026 AGENDA” yang memuat poin-poin Sustainable Development Goals (SDGs) PBB. Ia memberikan interpretasi kontra-naratif yang mengejutkan mengenai tujuan-tujuan global tersebut:
Zero Hunger (Tanpa Kelaparan): Dicurigai sebagai agenda monopoli pangan lewat rekayasa genetik (Genetically Modified Organism/GMO).
Good Health: Diartikan sebagai upaya kontrol medis dan pemaksaan vaksinasi global.









Tinggalkan Balasan