Semarang, Jawa Tengah — Seorang jurnalis berinisial SL membantah tuduhan pemerasan terhadap seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Salatiga berinisial BK yang sebelumnya diberitakan beberapa media. SL menyebut pemberitaan tersebut merupakan framing yang menyesatkan dan berisi informasi fiktif yang merugikan dirinya.
Peristiwa ini terjadi pada Minggu malam, 30 November 2025 pukul 22.30 WIB, saat SL melakukan konfirmasi kepada BK—Kabid Rehabilitasi Dinas Sosial Kota Salatiga—terkait dugaan adanya wanita idaman lain (WIL) serta persoalan sewaktu BK bertugas di berbagai dinas: Dinas Pendidikan, Dinas PU, DLH, hingga Dinpora.
Tak lama setelah menerima pesan konfirmasi, BK menghubungi SL melalui WhatsApp dan meminta agar persoalan tersebut tidak diberitakan terlebih dahulu. BK juga mengajak SL bertemu di sebuah rumah makan di kawasan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga. Dalam pertemuan itu, BK meminta agar berita mengenai dirinya dihentikan atau dihapus (takedown).
SL menegaskan, tidak ada kesepakatan untuk menghapus berita. Ia hanya menyampaikan bahwa pemberitaan tersebut tidak akan dikawal dan tidak akan ditindaklanjuti lebih jauh. Menurut SL, ia tidak pernah melakukan intimidasi, ancaman, maupun permintaan uang, seperti yang dituduhkan di beberapa media.








Tinggalkan Balasan