Boyolali, Jawa Tengah – Kualitas pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Boyolali kini tengah menjadi sorotan tajam setelah warga melayangkan aduan resmi melalui kanal Laporgub pada Kamis (12/3/2026). Aduan dengan nomor tiket LGWP10162722 tersebut mengungkap dugaan praktik mempersulit hak peserta terkait proses pencairan klaim yang telah berlarut-larut sejak awal tahun tanpa kepastian yang jelas.
Dalam laporannya, warga mengeluhkan kegagalan sistematis saat mencoba melakukan klaim melalui aplikasi Jamsostek Mobile (JMO). Pengadu menyebutkan bahwa proses klaim telah dibatalkan secara sepihak sebanyak dua kali pada periode Januari dan Februari. Kondisi diperparah saat memasuki bulan Maret, di mana jadwal wawancara online yang seharusnya dilaksanakan pada tanggal 2 Maret hingga kini tidak membuahkan hasil karena ketiadaan respons dari petugas.
“Dari tanggal 2 sampai 11 Maret tidak ada informasi di chat, tidak ada respon. Saat datang ke BPJS Ketenagakerjaan Surakarta justru lancar-lancar saja. Namun saat dialihkan kembali ke Boyolali, tetap saja dipersulit. Petugasnya juga judes dan tidak jelas memberikan informasi,” tulis pelapor dalam keterangan tertulisnya di portal pengaduan tersebut.
Laporan ini telah diverifikasi oleh admin Gubernuran pada Kamis pagi dan secara resmi diteruskan ke BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jateng dan DIY untuk ditindaklanjuti. Hingga berita ini diterbitkan, pihak kantor cabang Boyolali maupun kantor wilayah belum memberikan klarifikasi resmi mengenai penyebab kendala komunikasi dan perilaku petugas yang dikeluhkan tersebut.
















Tinggalkan Balasan