Oleh A Sofyan, Redaktur
Editorial – Di tengah gempuran informasi instan dan budaya clickbait yang membanjiri media sosial, Jurnalisme Investigasi hadir sebagai benteng terakhir kebenaran. Ia bukan sekadar laporan berita biasa yang menyajikan “siapa berbicara apa”, melainkan sebuah “napas” bagi demokrasi yang berfungsi membongkar skandal, penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan yang sengaja disembunyikan dari mata publik.
Fungsi “Watchdog” yang Tak Tergantikan
Bill Kovach dan Tom Rosenstiel dalam bukunya The Elements of Journalism menyebutkan bahwa kewajiban utama jurnalisme adalah pada kebenaran, dan loyalitas pertamanya kepada warga. Dalam konteks investigasi, peran ini diterjemahkan sebagai watchdog (anjing penjaga).
Baca juga: Jurnalis Jangan Takut Beritakan Kritik Warga















Tinggalkan Balasan