Lamban! Polsek Boja Diduga Abaikan Mafia Solar

Abah Sofyan

Investigasi Indonesia

Kendal, Jawa Tengah – Sorotan tajam tertuju pada kinerja Polsek Boja Kendal setelah laporan masyarakat terkait dugaan penimbunan BBM subsidi jenis solar justru direspons dengan kelambanan prosedur. Lembaga Keadilan dan Kehormatan Nasional Indonesia (KANNI) bersama awak media menyatakan kekecewaan mendalam atas sikap aparat yang terkesan menghindari penindakan di lapangan pada Sabtu (21/2/2026).

Insiden bermula saat tim investigasi membuntuti sebuah truk mencurigakan yang mengeluarkan bau solar menyengat di Jalan Meteseh, Boja. Truk tersebut masuk ke sebuah gudang yang berlokasi di depan area pemakaman setempat. Namun, saat tim berkoordinasi dengan pihak kepolisian, respons yang diterima justru mengecewakan.

“Kami menunggu hampir dua jam di Polsek Boja, namun tidak ada satu pun anggota yang bersedia turun ke lokasi. Alasan mereka sedang bersiap untuk pengamanan (ngepam) sepak bola, padahal awalnya kami melihat mereka hanya bersantai,” ungkap Johanes Krisnantoro dari Lembaga KANNI.

Bacaan Lainnya

Baca juga: Bareskrim Polri Bongkar Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi

Kapolsek Dinilai Kurang Responsif

Kekecewaan tim semakin memuncak saat bertemu langsung dengan Kapolsek Boja, AKP Budi Janton. Meski maksud tujuan sudah diutarakan secara jelas, Kapolsek hanya memberikan instruksi normatif agar tim berkoordinasi dengan anggota. Ironisnya, saat itu anggota Reskrim maupun Kanit Reskrim sulit dihubungi melalui sambungan telepon.

Kondisi gudang yang terkunci rapat dari dalam memperkuat dugaan adanya aktivitas ilegal penimbunan BBM jenis solar bersubsidi di lokasi tersebut. Sayangnya, minimnya dukungan dari aparat setempat membuat tim investigasi harus undur diri tanpa adanya peninjauan lokasi (cek TKP) yang semestinya dilakukan segera.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravatar profile
  • Rating