Proyek Aspal Diduga Semrawut, Bayan di Boyolali Dilaporkan

Abah Sofyan
Aduan Warga Boyolali - Foto Screenshot Dokumen LaporGub

Investigasi Indonesia

Boyolali, Jawa Tengah – Ketidakterbukaan dalam pengelolaan infrastruktur pedesaan kembali memicu polemik menyusul adanya dugaan penyelewengan Dana Desa Boyolali yang dilaporkan oleh masyarakat. Berdasarkan rincian aduan melalui laman Laporgub dengan nomor tiket LGWP66557713 tertanggal 10 Maret 2026, pengerjaan pengaspalan jalan di Dukuh Gatak, Desa Kembang, Kecamatan Gladagsari, dituding berjalan semrawut dan mengabaikan standar kualitas.

Dalam laporannya, warga mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap hasil pengerjaan aspal yang kini dalam kondisi rusak berat meskipun baru saja dikerjakan. Aduan tersebut secara spesifik menyoroti peran oknum Bayan berinisial W yang diduga memiliki kewenangan otoriter melampaui Kepala Desa. Warga mengeluhkan ketiadaan papan informasi proyek di lokasi kejadian, sehingga besaran anggaran negara yang dikucurkan menjadi misterius.

Keresahan warga kian berlipat lantaran proyek yang dinilai asal-asalan tersebut juga memungut dana swadaya masyarakat. Tercatat warga RT 01 dan RT 02 RW 10 telah mengumpulkan dana tambahan secara mandiri dengan total mencapai Rp110 juta lebih. Namun, besarnya kontribusi warga tidak sebanding dengan kualitas infrastruktur yang diterima.

Bacaan Lainnya
Promo Terbatas

“Pengerjaannya asal-asalan dan semrawut. Tidak ada transparansi sama sekali, anggaran Dana Desa berapa tidak jelas karena tidak ada papan nama proyek. Bayan berinisial W kekuasaannya bahkan melampaui Kepala Desa,” bunyi petikan keterangan dalam aduan tersebut.

Laporan ini telah diverifikasi oleh admin Gubernuran pada Rabu (11/03/2026) dan sudah diteruskan secara resmi kepada Pemerintah Kabupaten Boyolali untuk segera ditindaklanjuti. Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Kembang maupun oknum yang diadukan belum memberikan klarifikasi resmi. Redaksi masih terus berupaya menghubungi pihak-pihak terkait guna mendapatkan keterangan yang berimbang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravatar profile
  • Rating