Berdasarkan keterangan awal, korban pertama kali ditemukan oleh seorang saksi yang baru selesai melaksanakan salat Subuh. Saat melintas di lokasi, saksi melihat korban tergeletak di pinggir jalan dalam kondisi tidak bernyawa. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Ketua RT dan diteruskan ke pihak kepolisian.
Hasil olah TKP sementara oleh Unit Inafis menemukan bercak darah di badan jalan. Pada tubuh korban terdapat dua luka terbuka, masing-masing di bagian belakang kepala dan dada sebelah kanan, yang diduga akibat sabetan senjata tajam.
“Korban selanjutnya dibawa ke RSUD Balaraja untuk dilakukan visum luar dan dalam atau autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian,” jelas Kapolresta.
Dari keterangan saksi lainnya, korban terakhir kali terlihat mengendarai sepeda motor Yamaha Mio, membawa uang tunai sekitar Rp3 juta, serta dua unit telepon genggam. Namun, barang-barang tersebut tidak ditemukan di lokasi kejadian.
Saat ini, jajaran Polsek Tigaraksa bersama Tim Jatanras dan Resmob Satreskrim Polresta Tangerang terus melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan saksi, menelusuri barang bukti, serta melakukan berbagai langkah penyelidikan untuk mengungkap peristiwa tersebut.
Kapolresta Tangerang mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian. Ia juga meminta warga yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut agar segera melapor.
“Kami berkomitmen mengungkap kasus ini secara tuntas. Kami mohon doa dan dukungan dari masyarakat,” pungkasnya.
(Red)








Tinggalkan Balasan