Mitos Gunung Kemukus: Benarkah Syaratnya Zina 7 Kali?

Abah Sofyan
Ilustrasi Lokasi Gunung Kemukus - Foto AI
  • Bunga Setaman/Kembang Telon: Mawar, melati, kantil/kenanga sebagai simbol pengharum doa.
  • Dupa/Kemenyan: Sebagai sarana wewangian tradisional.
  • Uang Wajib: Untuk retribusi masuk dan sedekah kepada juru kunci.

Membawa Pasangan Tidak Sah (Hanya pada Mitos Pesugihan): Ini adalah syarat menyimpang yang dipercaya penganut ilmu hitam/pesugihan, di mana mereka harus membawa atau mencari pasangan zina di lokasi.

Alur dan Tata Cara Ritual

Secara garis besar, prosesi ziarah di Gunung Kemukus memiliki urutan sebagai berikut:

Tahap 1: Bersuci di Sendang Ontrowulan
Sebelum naik ke bukit, peziarah wajib mampir ke sendang (mata air) yang diyakini sebagai tempat Dewi Ontrowulan bersuci. Di sini, peziarah membasuh muka, tangan, dan kaki, atau bahkan mandi. Tujuannya untuk membersihkan diri dari hadas dan kotoran duniawi.

Tahap 2: Ziarah Makam Pangeran Samudro
Peziarah menaiki ratusan anak tangga menuju cungkup makam utama. Di dalam area makam, mereka menyerahkan bunga dan dupa kepada juru kunci. Juru kunci kemudian memimpin doa (biasanya tawasul secara Islam). Di momen inilah peziarah menyampaikan hajatnya dalam hati.

Bacaan Lainnya

Tahap 3: Ritual “Puncakan” (Versi Mitos)
Bagi penganut mitos pesugihan, ada ritual tambahan yang disebut “Puncakan”. Ritual ini konon harus dilakukan pada malam Jumat Pon atau Jumat Kliwon. Syarat ekstrimnya adalah melakukan hubungan suami istri dengan pasangan tidak sah sebanyak 7 kali berturut-turut setiap selapan hari (35 hari). Jika terputus satu kali saja, ritual dianggap gagal dan harus diulang dari awal.

Tahap 4: Selamatan
Setelah berdoa, peziarah biasanya melakukan syukuran kecil atau selamatan di warung-warung sekitar dengan memberi makan orang lain sebagai bentuk sedekah.

Transformasi Menjadi “The New Kemukus”

Penting untuk dicatat bahwa sejak tahun 2021, praktik prostitusi terselubung dan ritual seks bebas di Gunung Kemukus telah diperangi habis-habisan oleh Pemkab Sragen.

Kini, kawasan tersebut telah dibangun menjadi destinasi wisata yang indah. Terdapat promenade (jalur pejalan kaki) yang megah, taman-taman cantik, dan penerangan lampu yang estetik di malam hari. Pemerintah ingin mengembalikan khittah Gunung Kemukus sebagai wisata religi untuk mendoakan leluhur, bukan tempat mencari kekayaan dengan jalan sesat.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravatar profile
  • Rating