“Saat saksi tiba, korban sudah tidak terlihat di permukaan air. Upaya pencarian dilakukan secara intensif oleh warga bersama tim Bagana hingga akhirnya jasad korban ditemukan mengapung di pinggiran sungai,” ujar AKBP Putu, Sabtu (14/2/2026).
Hasil Pemeriksaan Medis
Pasca ditemukan, tim gabungan segera mengevakuasi jasad korban menuju RSUD dr. Soedirman Kebumen guna keperluan pemeriksaan medis. Berdasarkan diagnosa dokter, tidak ditemukan adanya unsur kekerasan pada tubuh korban. Petugas hanya menemukan luka goresan kecil di bagian tangan kiri yang diduga terjadi saat korban terseret arus.
Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa penyebab utama kematian adalah kegagalan napas akibat tenggelam di air dengan kedalaman mencapai dua meter. Personel Polsek Kebumen telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan kini jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Imbauan Kepolisian
Menyikapi tragedi ini, Polres Kebumen mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat, terutama para orang tua yang tinggal di dekat aliran sungai. Kepolisian meminta pengawasan terhadap anak-anak lebih ditingkatkan, khususnya di area bendungan yang memiliki karakteristik arus deras dan kedalaman yang berbahaya.
“Kami berharap orang tua lebih waspada dan tidak membiarkan anak-anak berenang di sungai tanpa pengawasan ketat, demi mencegah kejadian serupa terulang kembali,” pungkasnya.
(Humas/Red)








Tinggalkan Balasan