“Kami meminta transparansi dan pertanggungjawaban terkait keamanan makanan yang dikonsumsi anak-anak di sekolah,” ujar salah satu orang tua siswa yang tampak cemas di depan ruang IGD.
Sampel Makanan Diamankan untuk Investigasi
Diketahui, menu MBG yang disajikan hari itu terdiri dari nasi, lauk ayam, sayuran, buah, serta minuman pendamping. Secara fisik, makanan tersebut tampak layak konsumsi, namun tim dari dinas kesehatan segera mengamankan sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium.
Pemeriksaan laboratorium ini bertujuan untuk mendeteksi adanya kontaminasi bakteri atau bahan kimia, baik dari proses pengolahan, penyimpanan, maupun rantai distribusi. Pemerintah daerah telah menginstruksikan penghentian sementara program MBG di sekolah tersebut hingga hasil investigasi keluar.
Evaluasi Mendesak Program Nasional
Berulangnya kasus dugaan keracunan dalam program MBG memantik kritik tajam dari berbagai pihak. Program yang dirancang untuk menekan angka stunting ini dinilai memiliki titik lemah pada sistem pengawasan keamanan pangan. Skala distribusi yang besar disinyalir belum sepenuhnya didukung oleh standar dapur dan pengawasan yang berlapis.
Pengamat pendidikan menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap vendor penyedia makanan agar kepercayaan publik tidak runtuh. Publik kini menuntut transparansi hasil investigasi laboratorium agar kejadian serupa tidak terus terulang di daerah lain yang menjalankan program strategis nasional ini.
(Kon/Red)








Tinggalkan Balasan