Seorang pemimpin harus mengevaluasi sejauh mana pelayanan yang diberikan sudah memenuhi kepuasan masyarakat. Apakah masih ada yang menggerutu atau sengsara, serta memenuhi kebutuhan masyarakat lainnya.
“Itulah tugas kita. Kita bekerja bukan hanya untuk kebahagiaan pimpinan, tetapi untuk kebahagiaan masyarakat,” ujarnya.
Irwan menambahkan bahwa apabila kompetensi, pemeliharaan, dan pelayanan sudah dilakukan dengan baik, maka seorang pemimpin dapat dikatakan profesional, tidak hanya dalam ide tetapi juga dalam aplikasi. Profesionalisme ASN memerlukan keterampilan dalam melaksanakan pekerjaan sesuai bidang dan jenjangnya.
“Profesionalisme ASN dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti budaya organisasi, tujuan organisasi, struktur organisasi, tata kerja birokrasi, dan sistem insentif,” jelas Irwan.
Terkait hal ini, Irwan menilai kualitas tersebut ada pada pasangan Hidayat Arsani dan Hellyana. Selama masa jabatannya sebagai Wakil Gubernur Babel, Hidayat Arsani telah terbukti, terutama di bidang kesehatan. Hellyana, sebagai anggota DPRD Provinsi dan Ketua DPW PPP, juga menunjukkan kualitas serupa.
“Selama masa jabatan mereka, baik sebagai ketua DPD Golkar maupun anggota DPRD, pasangan ini telah membuktikan kualitas mumpuni, ngopeni, dan ngladeni mereka,” tegas Irwan.
(Ahmad)









Tinggalkan Balasan