Khamenei Wafat, Iran Masuki Masa Darurat

Abah Sofyan
Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran - Foto: REUTERS/Dilara Senkaya

Investigasi Indonesia

Teheran, IranDunia internasional diguncang oleh kabar resmi mengenai wafatnya Pemimpin Agung Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Minggu (1/3/2026). Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei terjadi di tengah eskalasi konflik militer yang memanas, memicu perubahan drastis dalam peta kepemimpinan dan keamanan di kawasan Timur Tengah.

Menanggapi kekosongan kekuasaan tersebut, otoritas Teheran segera mengaktifkan protokol darurat. Berdasarkan laporan yang dihimpun dari Detik News, kepemimpinan Iran kini diambil alih secara kolektif oleh Presiden Iran bersama Kepala Kehakiman Iran. Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas pemerintahan tetap terjaga di bawah kontrol dewan kepemimpinan sementara.

Ancaman Garda Revolusi dan Meluasnya Korban

Pasca-kematian Khamenei, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan pernyataan keras. Mereka bersumpah bahwa “serangan paling ganas segera dimulai” sebagai bentuk pembalasan atas rangkaian serangan yang menimpa negara tersebut. Ketegangan ini dibarengi dengan laporan memilukan mengenai jatuhnya korban sipil yang meluas. Menurut data Kompas.id, dampak serangan telah mengakibatkan korban jiwa di Teheran hingga merembet ke wilayah Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Bacaan Lainnya
Promo Terbatas

Di sisi lain, kubu oposisi Iran di pengasingan, Reza Pahlavi, mengeluarkan imbauan kepada warga Iran melalui CNBC Indonesia. Ia meminta rakyat untuk bersiap menghadapi perubahan besar dan memanfaatkan momentum ini untuk menentukan arah masa depan negara tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravatar profile
  • Rating