Kota Semarang, Jawa Tengah – Tabir gelap menyelimuti sistem pengelolaan armada di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang. Melalui laman pengaduan resmi Laporgub dengan nomor laporan LGWP87705483, warga mengungkap kondisi memprihatinkan truk sampah yang disebut “sekarat” akibat adanya dugaan penyelewengan anggaran pemeliharaan rutin.
Dalam aduan yang diunggah pada 20 Februari 2026 tersebut, pelapor membeberkan fakta lapangan mengenai banyaknya armada dengan ban gundul, mesin rusak, hingga kontainer bolong yang tidak kunjung diperbaiki. Mirisnya, beban finansial perawatan armada tersebut diduga sengaja dialihkan kepada para sopir agar operasional tetap berjalan.
“Sopir terpaksa jadi bendahara sekaligus montir. Ganti ban dan servis mesin pakai uang pribadi karena anggaran hanya hidup di atas kertas,” tulis pelapor dalam narasi aduannya.
Baca juga: Kabid Sampah Semarang Diduga Otoriter dan Korupsi
Anggaran Maintenance Diduga ‘Menguap’
Kondisi ini memicu munculnya praktik “kencingan solar” oleh oknum lapangan yang diduga terpaksa dilakukan demi menutupi biaya perbaikan mesin yang tidak ditanggung dinas. Pelapor secara terang-terangan menyoroti kinerja Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah yang dinilai lamban dalam merespon urgensi pemeliharaan armada.
Masalah ini kian memanas setelah dikaitkan dengan aduan sebelumnya bernomor LGWA88741928 tertanggal 16 Februari 2026. Dalam laporan tersebut, oknum Kabid tersebut juga diduga bertindak otoriter terhadap bawahan serta terindikasi melakukan praktik korupsi yang merugikan keuangan negara.















Tinggalkan Balasan