Sayangnya, saat petugas tiba, komplotan Matel tersebut sudah melarikan diri dari lokasi. Meski demikian, kepolisian menegaskan tidak akan tinggal diam dan terus melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi para pelaku.
Polisi: Tidak Ada Toleransi untuk Premanisme
Kombes Pol Indra Waspada mengeluarkan peringatan keras. Ia menegaskan bahwa Polresta Tangerang tidak akan mentolerir segala bentuk aksi premanisme jalanan, termasuk penarikan kendaraan secara paksa yang membahayakan nyawa pengguna jalan lain.
“Kami berkomitmen merespons cepat setiap gangguan keselamatan publik. Tindakan menyetop paksa kendaraan di jalan raya adalah pelanggaran hukum yang membahayakan,” tegasnya.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak takut melaporkan jika melihat atau mengalami kejadian serupa. Partisipasi warga sangat krusial dalam memberantas aksi premanisme berkedok penagihan utang di wilayah hukum Tangerang.
(Humas/Red)









Tinggalkan Balasan