Semarang, Jawa Tengah – Rentetan insiden ledakan akibat petasan ilegal kembali mengguncang wilayah Jawa Tengah dalam sepekan terakhir. Menyikapi hal ini, Polda Jateng bergerak cepat dengan menginstruksikan jajarannya untuk menyapu bersih lokasi produksi mercon tanpa izin yang mengancam keselamatan jiwa tersebut.
Rangkaian peristiwa tragis ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat. Berdasarkan data yang dihimpun, tiga kejadian ledakan terjadi berturut-turut di lokasi berbeda. Pada Minggu (15/2), tiga remaja di Kecamatan Toroh, Grobogan, menderita luka bakar serius setelah bahan petasan yang mereka racik meledak dan merusak rumah.
Insiden serupa terulang di Kecamatan Sukorejo, Kendal, pada Rabu (18/2). Sebuah rumah yang diduga menjadi pabrik rumahan petasan hancur, menyebabkan satu pekerja mengalami patah tulang dan luka bakar berat. Terakhir, pada Kamis (19/2/2026) malam, ledakan kembali terjadi di Pandansari, Kecamatan Kertek, Wonosobo, yang melukai seorang remaja berinisial FR.
Polisi Sita Puluhan Kilogram Bahan Kimia
Merespons tren berbahaya jelang Ramadhan 2026 ini, jajaran kepolisian di tingkat Resor (Polres) seperti Batang, Magelang, Sragen, Temanggung, Cilacap, hingga Pekalongan Kota melakukan operasi penindakan intensif.
Dalam kurun waktu 17 hingga 20 Februari 2026, polisi berhasil menyita total 67,4 kilogram bahan kimia berbahaya (prekursor) yang siap diracik. Barang bukti tersebut meliputi bubuk belerang (Sulfur), Kalium Klorat (KClO3), bubuk aluminium (Aluminum Powder), dan arang.








Tinggalkan Balasan