Jakarta – Pemandangan “hutan beton” tak bertuan yang selama dua dekade menghiasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, akhirnya resmi dihilangkan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, merealisasikan janjinya dengan memulai pembongkaran tiang monorel yang mangkrak pada Rabu (14/1/2026).
Sebanyak 109 tiang beton sisa peninggalan proyek tahun 2004 itu mulai dieksekusi pembongkarannya tepat pukul 09.15 WIB. Langkah ini menjadi babak akhir dari sejarah panjang proyek transportasi yang terhenti di era transisi kepemimpinan terdahulu.
Sutiyoso: Saya Tak Sakit Mata Lagi
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso (Bang Yos), yang menjadi inisiator proyek monorel di tahun 2004, turut hadir meninjau lokasi. Ia mengaku lega melihat keputusan tegas Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Pramono.
“Mudah-mudahan kalau saya lewat sini, tidak sakit mata lagi,” ujar Bang Yos. Ia menyebut pembongkaran ini adalah langkah realistis karena kelanjutan proyek sudah tidak memungkinkan secara teknis maupun finansial.
Anggaran dan Waktu Pengerjaan
Pramono Anung menjelaskan, pembongkaran tiang-tiang ini menelan anggaran Rp254 juta. Proses pengerjaan akan dilakukan secara bertahap pada malam hari, yakni pukul 23.00 WIB hingga 05.00 WIB, untuk mencegah kemacetan lalu lintas.
“Saya terus terang ‘gatal’ ingin menyelesaikan ini sejak lama. Setelah konsultasi dengan Kejaksaan Tinggi dan KPK untuk landasan hukumnya, hari ini kita eksekusi,” tegas Pramono.
Revitalisasi Senilai Rp100 Miliar
Setelah “sampah visual” ini bersih, Pemprov DKI Jakarta tidak akan membiarkan lahan tersebut kosong. Pramono menyiapkan anggaran sekitar Rp100 miliar untuk menata ulang kawasan Kuningan.


Tinggalkan Balasan