Indonesia – Pelatihan jurnalistik di lingkungan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dinilai semakin penting di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan media digital. Literasi media sejak usia dini menjadi kunci untuk membentuk generasi muda yang kritis, beretika, dan bertanggung jawab dalam menerima maupun menyebarkan informasi.
Di era media sosial, siswa SMP tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen konten. Tanpa pemahaman jurnalistik yang memadai, mereka rentan terpapar hoaks, ujaran kebencian, hingga pelanggaran etika digital. Oleh karena itu, pelatihan jurnalistik menjadi salah satu solusi strategis dalam dunia pendidikan.
Membangun Literasi Media Sejak Dini
Pelatihan jurnalistik membantu siswa memahami cara kerja media, membedakan fakta dan opini, serta menilai kebenaran sebuah informasi. Melalui jurnalistik, siswa diajarkan pentingnya verifikasi, keakuratan data, dan tanggung jawab moral dalam menyampaikan informasi.
Selain itu, jurnalistik juga melatih kemampuan berpikir kritis, menulis, berkomunikasi, dan bekerja sama dalam tim. Keterampilan ini sangat relevan dengan kebutuhan abad ke-21 dan mendukung penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Menanamkan Etika dan Karakter
Jurnalistik tidak hanya soal menulis berita, tetapi juga soal etika. Melalui pelatihan ini, siswa diperkenalkan pada nilai kejujuran, keberimbangan, empati, dan menghargai privasi. Nilai-nilai tersebut berperan penting dalam pembentukan karakter siswa di lingkungan sekolah maupun masyarakat.








Tinggalkan Balasan