“Jika Anda menunjuk awan dengan jari telunjuk selama 10 menit, awan itu juga akan berubah bentuk atau hilang. Itu bukan karena jari Anda sakti, tapi karena sifat alami awan,” ungkap pakar meteorologi. Ini disebut fenomena Confirmation Bias (Bias Konfirmasi).
Hukum Termodinamika
Untuk mengurai awan (yang merupakan kumpulan uap air/kristal es), diperlukan energi panas yang masif atau bahan kimia higroskopis (seperti garam dalam teknologi modifikasi cuaca/TMC) untuk mempercepat proses kondensasi menjadi hujan.
Sebutang pipa tembaga yang diam (statis) tidak memiliki input energi yang cukup untuk mengubah termodinamika atmosfer di langit yang begitu luas.
Kesimpulan
Klaim bahwa pipa tembaga dapat mengurai awan adalah mitos yang diangkat kembali dari teori usang Cloudbuster tahun 1950-an. Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung bahwa alat tersebut berfungsi. Perubahan bentuk awan yang terjadi saat eksperimen hanyalah kebetulan akibat proses evaporasi alami dan pergerakan angin.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada klaim modifikasi cuaca rumahan yang tidak memiliki landasan fisika yang jelas.
(Red)








Tinggalkan Balasan