Dharma Pongrekun Bongkar Bahaya Agenda Global 2026

Abah Sofyan
Komjen Pol. (Purn.) Dharma Pongrekun - Foto Red

Quality Education: Dinilai sebagai bentuk indoktrinasi massal untuk menyeragamkan persepsi manusia.

Clean Water: Diprediksi akan berujung pada pembatasan jatah air (water rationing) yang dikuasai korporasi.

Smart Cities: Dharma menyebutnya sebagai “prison cities” atau kota penjara, di mana privasi warga hilang akibat pengawasan total 24 jam.

Digital Identity: Ini dianggap sebagai kunci penguasaan. Jika warga tidak patuh pada sistem, akses hidup mereka bisa dimatikan melalui identitas digital tersebut.

Bacaan Lainnya

Ancaman “One World Government”

Semua agenda tersebut, menurut Dharma, bermuara pada pembentukan One World Government (Pemerintahan Satu Dunia). Ia memperingatkan bahwa negara-negara perlahan kehilangan kedaulatannya karena didikte oleh perjanjian internasional yang dirancang elit global.

“Rakyat dinormalisasi dengan hiburan agar tidak sadar bahwa kita sedang digiring menuju negara totaliter,” tambahnya.

Misi Menyelamatkan Jakarta

Menutup pembicaraan, Dharma menegaskan bahwa langkahnya maju di Pilkada DKI Jakarta bukan untuk kekuasaan semata, melainkan sebagai benteng pertahanan. Ia bertekad menggunakan jabatannya untuk melindungi warga Jakarta dari dampak buruk hegemoni asing tersebut.

“Saya berjuang untuk menyelamatkan jiwa dan kedaulatan kita. Jangan mau jadi ikan mati yang terbawa arus, jadilah ikan hidup yang berani melawan arus,” pungkasnya.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravatar profile
  • Rating