Tangerang, Banten – Produk furnitur unggulan Jepara kembali menunjukkan taringnya di kancah internasional dengan mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp2,41 miliar hanya dalam dua hari pertama ajang Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026. Pameran bergengsi yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, pada 5–8 Maret 2026 ini menjadi panggung bagi lebih dari 5.000 produk kerajinan dan mebel berkualitas tinggi untuk memikat pembeli dari seluruh penjuru dunia.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara, Anjar Jambore Widodo, mengungkapkan bahwa Paviliun Jepara menarik minat 243 pengunjung bisnis dan buyer potensial selama periode 5–6 Maret 2026. Kehadiran para pelaku usaha asal “Kota Ukir” ini terbagi menjadi dua kelompok, yakni 40 peserta yang mengikuti pameran secara mandiri dan 20 peserta yang tergabung dalam naungan Paviliun Jepara.
“Alhamdulillah, transaksi sementara dari 20 peserta di Paviliun Jepara saja sudah mencapai Rp2.415.660.600. Kami optimistis angka ini akan terus bertambah seiring berjalannya pameran hingga hari terakhir,” ujar Anjar saat dikonfirmasi, Sabtu (7/3/2026).
Target Pasar Ekspor Internasional
Dominasi pengunjung Paviliun Jepara mencerminkan besarnya minat pasar global. Berdasarkan data statistik, pembeli domestik mencakup 25 persen dari total pengunjung. Sementara itu, pasar internasional dipimpin oleh India sebesar 13 persen, disusul China 6 persen, serta sejumlah negara maju seperti Belanda, Spanyol, Inggris, dan Amerika Serikat yang masing-masing berkontribusi sekitar 4 persen.
Anjar menambahkan bahwa partisipasi dalam IFEX bukan sekadar ajang pameran, melainkan strategi kunci untuk memperluas jaringan ekspor. Kehadiran pembeli dari Jepang, Korea, Turki, Perancis, hingga kawasan Timur Tengah mempertegas status furnitur Jepara sebagai standar emas industri mebel dunia.










Tinggalkan Balasan