Boyolali, Jawa Tengah — Pelayanan di Samsat Boyolali kembali menjadi sorotan setelah munculnya ulasan keras dari warga melalui Google Maps. Keluhan tersebut menyinggung dugaan praktik pungutan liar berkedok “bayar seikhlasnya” serta pelayanan yang dinilai lamban dan tidak profesional.
Dalam ulasannya, seorang warga menulis bahwa meski terdapat spanduk bertuliskan “Bebas Pungli”, ia justru diminta membayar setelah mengisi formulir dan menuliskan nomor rangka kendaraan.
“Formulir lengkap dan resmi, tapi setelah ngisi disuruh bayar seikhlasnya. Sama saja kedok pungli. Pelayanan lama, ramah juga tidak. Daftar jam 8, dipanggil jam 9 lewat. Karyawan kalau ngobrol keras kayak di pasar,” tulis warga tersebut.
Ia juga menyebut bahwa pelayanan akhir pekan terkesan tidak optimal, serta tidak adanya sikap profesional dari petugas di area pelayanan.
Hingga berita ini dipublikasikan, Kanit Regident Satlantas Polres Boyolali, Ipda Gatot Arfianto, S.H., belum memberikan jawaban atau klarifikasi, meskipun sudah dihubungi via pesan WhatsApp pada Rabu (03/12/2025).
Keluhan tersebut menambah daftar panjang laporan masyarakat terkait dugaan pungli dan rendahnya kualitas layanan publik di sejumlah titik pelayanan administrasi kendaraan.









Tinggalkan Balasan