Serang, Banten – Tidak biasanya halaman Mapolres Serang diselimuti keheningan yang menyesakkan, kontras dengan keriuhan tawa yang biasanya menggema di sana. Namun, hari itu berbeda. Ribuan pasang mata tampak sembab. Dari pengemudi ojek online, petani, hingga ibu-ibu pengajian, semuanya berdiri dengan berat hati. Jum’at (09/01/2026).
Mereka tidak sedang memprotes kebijakan, melainkan sedang menolak perpisahan. Sosok yang selama ini menjadi pusat gravitasi kebahagiaan dan keamanan mereka, AKBP Condro Sasongko, harus mengangkat kaki dari Banten untuk mengemban amanah baru di tanah Pasundan, Jawa Barat.
Antitesis Polisi Kaku
Selama memimpin, Condro bukan sekadar komandan dengan tongkat komando. Ia adalah anomali yang menyegarkan. Di saat citra aparat seringkali dianggap berjarak dan kaku, Condro hadir meruntuhkan tembok birokrasi itu dengan humor.
Siapa yang bisa melupakan tingkahnya? Ia adalah perwira yang tak segan berjoget, melawak, bahkan melakukan aksi-aksi konyol yang memancing tawa warganet hingga viral. Namun, di balik jenakanya sang “Polisi Srimulat”, tersimpan kecerdasan emosional yang tinggi. Ia menggunakan tawa sebagai jembatan untuk masuk ke hati masyarakat kecil, membuat warga tak lagi segan melapor atau sekadar menyapa polisi.
Tangisan Tulus Warga Jelata
Momen perpisahannya menjadi bukti otentik betapa ia dicintai. Sebuah video amatir merekam adegan yang mengiris hati: seorang bapak tua memeluk erat kaki AKBP Condro, seolah enggan membiarkannya pergi. Suara tangis para pengemudi ojol pecah, bersahutan dengan isak tangis para ibu yang merasa kehilangan sosok pelindung sekaligus figur ayah.
“Jangan pergi, Pak… Kami belum siap,” samar-samar terdengar rintihan warga di tengah kerumunan.
Bagi warga Serang, Condro adalah definisi “Polisi Presisi” yang sesungguhnya—bukan hanya slogan, tapi tindakan nyata. Ia dianugerahi Hoegeng Awards bukan karena pencitraan, melainkan karena inovasinya yang menyentuh perut dan hati rakyat, seperti program ketahanan pangan yang ia geber selama menjabat.








Tinggalkan Balasan