Insinyur Berkurang, Sistem Rapuh?
Gangguan Jumat ini terjadi hanya berselang 72 jam setelah insiden serupa pada Selasa (13/1/2026), di mana 28.000 pengguna juga melaporkan akses terputus.
Para analis industri teknologi mulai menyoroti pola ketidakstabilan ini sebagai dampak jangka panjang dari kebijakan efisiensi ekstrem Elon Musk. Sejak akuisisi akhir 2022, Musk diketahui memangkas jumlah staf teknis secara brutal, dari sekitar 7.500 menjadi kurang dari 2.000 karyawan. Pemotongan ini dinilai membuat X kewalahan menangani pemeliharaan server dan lalu lintas data.
Isu Grok dan Gangguan DM di Indonesia
Khusus di Indonesia, keresahan pengguna X bertambah dengan macetnya fitur Direct Message (DM) sejak pekan lalu. Spekulasi liar pun bermunculan, mengaitkan eror ini dengan langkah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI.
Diketahui, Komdigi baru saja memblokir sementara akses terhadap Grok, fitur kecerdasan buatan (AI) milik X, pada 10 Januari 2026. Langkah tegas ini diambil pemerintah untuk mencegah maraknya konten pornografi palsu (deepfake) non-konsensual yang dibuat menggunakan AI tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, manajemen X belum merilis pernyataan resmi mengenai penyebab pasti down-nya layanan mereka secara global maupun kaitannya dengan pemblokiran fitur Grok di Indonesia.
(Red)









Tinggalkan Balasan