Penyuluh Agama Bondowoso Gelar Munajat di Masjid Cheng Ho

Abah Sofyan

Investigasi Indonesia

Bondowoso, Jawa Timur — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Bondowoso menggelar kegiatan bertajuk “Munajat Penyuluh” di Masjid Muhammad Cheng Ho, Desa Gentong, Kecamatan Taman Krocok, Kabupaten Bondowoso. Kegiatan yang berlangsung khidmat selama dua hari ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.

Ketua PD IPARI Kabupaten Bondowoso, Imam Huzaeni, S.Ag., menjelaskan bahwa pemilihan Masjid Muhammad Cheng Ho bukan tanpa alasan. Selain memiliki arsitektur khas berornamen Tionghoa, masjid tersebut menyimpan nilai sejarah perjuangan dan pengorbanan yang menjadi inspirasi bagi para penyuluh dalam menjalankan tugas dakwah. Sebanyak 114 penyuluh agama Islam se-Kabupaten Bondowoso ambil bagian dalam kegiatan yang diisi dengan shalat berjamaah, pembacaan Ratibul Haddad, seminar keagamaan, istighosah, hingga shalawat Burdah.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bondowoso Dr. H. Moh. Ali Masyhur, S.Ag., M.HI., Kasubbag Tata Usaha H. Samson Hidayat, S.Ag., M.Pd.I., Kasi Pendidikan Madrasah H. Tofan Hidayat, S.Pd.I., M.Si., serta pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Insan Kamil, KH. Muhammad Nasrullah (Oei Cin Hai). Hadir pula unsur Forkopimcam Taman Krocok, Kepala Desa Gentong, pengurus MWC NU, serta jajaran APRI Bondowoso.

Bacaan Lainnya

Dalam arahannya, Kakan Kemenag Bondowoso, Dr. H. Moh. Ali Masyhur, menekankan tiga poin penting yang harus diperkuat oleh para penyuluh agama Islam:

Penguatan Spiritualitas dan Kolaborasi: Membangun kolaborasi yang baik serta menjadi inspirator dakwah di tengah masyarakat.

Moderasi Beragama dan Kerukunan: Memperkuat sikap moderat guna menjaga kerukunan umat beragama.

Internalisasi Nilai Santri: Menerapkan nilai-nilai dan komitmen santri dalam kehidupan sehari-hari sebagaimana termaktub dalam Ikrar Santri Indonesia.

Senada dengan hal tersebut, KH. Muhammad Nasrullah dalam tausiyahnya berpesan agar para penyuluh senantiasa mendahulukan keikhlasan, keteladanan akhlak, serta menjadikan pengabdian kepada umat sebagai panggilan jiwa yang utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Profil Gravatar
  • Rating