Viral, Dua Begal Sadis di Semarang Dibekuk

Abah Sofyan

Investigasi Indonesia 

Semarang, Jawa TengahAksi kejahatan jalanan yang sempat terekam kamera dan viral di media sosial akhirnya terungkap. Jajaran Polrestabes Semarang sukses menggulung dua pelaku begal sadis di Semarang yang tak segan melukai wajah korbannya dengan senjata tajam.

Insiden berdarah tersebut terjadi pada Minggu (5/4/2026) di kawasan Jalan Halmahera, Kelurahan Karang Tempel, Kecamatan Semarang Timur. Saat itu, dua orang warga yang sedang dalam perjalanan untuk menunaikan ibadah tiba-tiba diadang oleh komplotan penjahat jalanan ini. Pelaku dengan beringas menodong dan merampas barang berharga milik korban.

Kapolrestabes Semarang, Brigjen Pol. M. Syahduddi, S.I.K., M.Si, membeberkan bahwa para pelaku bertindak brutal menggunakan senjata tajam (sajam) saat korban mencoba mempertahankan hartanya. Akibatnya, salah satu korban harus dilarikan ke rumah sakit lantaran menderita luka sayatan serius pada bagian wajah.

Bacaan Lainnya

“Berbekal rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian dan penyelidikan mendalam oleh tim di lapangan, identitas para pelaku akhirnya berhasil kami kantongi,” jelas  M. Syahduddi dalam konferensi pers di Mapolrestabes Semarang, Rabu (8/4/2026).

Operasi perburuan pun langsung digelar. Tim reserse bergerak cepat dan berhasil meringkus tersangka pertama berinisial DBS alias Weng saat bersembunyi di wilayah Kabupaten Demak. Dari hasil interogasi Weng, polisi kemudian memburu eksekutor utama berinisial Dito. Pelaku utama ini sempat melarikan diri ke wilayah Magelang sebelum akhirnya takluk di tangan petugas.

Dari hasil pemeriksaan kepolisian, tersangka Dito bukanlah pemain baru di dunia hitam. Ia merupakan penjahat kambuhan (residivis) yang sudah bolak-balik masuk bui sejak tahun 2019 atas kasus serupa.

Dalam aksi sadis di Jalan Halmahera, Dito bertindak sebagai eksekutor utama yang merampas dan membacok korban. Sementara rekannya, Weng, berperan sebagai “joki” motor yang bersiap untuk kabur dan mengawasi situasi sekitar.

Menutup keterangannya, pihak kepolisian mengimbau warga Kota Semarang untuk ekstra waspada saat melintasi jalur sepi atau minim penerangan jalan. Warga juga diingatkan agar menjadikan keselamatan nyawa sebagai prioritas utama dan tidak ragu melaporkan segala bentuk tindak kejahatan ke Call Center 110 kepolisian.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravatar profile
  • Rating