Mangkrak 10 Tahun, Warga Kebondalem Desak Pengerukan Sungai 

Abah Sofyan

Investigasi Indonesia

Kendal, Jawa Tengah — Warga Kelurahan Kebondalem, Kabupaten Kendal, khususnya di wilayah dari lampu merah ke arah selatan, menyuarakan keresahan mendalam terkait lambatnya penanganan infrastruktur sungai. Pasalnya, aliran sungai di wilayah tersebut dikeluhkan belum pernah dikeruk selama hampir 10 tahun, sehingga memicu banjir langganan setiap kali musim hujan tiba.

Keluhan ini mencuat setelah warga melayangkan aduan resmi yang mencatat bahwa sejak tahun 2022 hingga menjelang akhir 2026, belum ada realisasi pengerukan sedimen sungai maupun perbaikan tanggul yang mengalami longsor.

Dalam laporan yang diteruskan kepada instansi berwenang, warga mendesak agar pemerintah tidak hanya fokus melakukan normalisasi di kawasan perkotaan bagian utara saja. Mereka berharap momentum musim kemarau panjang saat ini dimanfaatkan oleh pihak terkait untuk segera mengeruk sedimen dan memperbaiki tanggul yang rusak, demi melindungi keselamatan permukiman warga dari ancaman banjir rutin.

Bacaan Lainnya

 

Menanggapi aduan tersebut, laporan warga tercatat telah resmi diteruskan oleh pihak Administrator Gubernuran kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera ditindaklanjuti secara teknis di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Profil Gravatar
  • Rating