Pilihan kata, intonasi, serta sikap petugas di lapangan akan menentukan tingkat ketenangan dan rasa aman pemudik.
“Pelayanan yang tulus dan penuh empati akan dirasakan langsung oleh warga. Dari situlah benih kepercayaan publik terhadap Polri akan terus tumbuh,” imbuhnya.
Kehumasan Sebagai Penjaga Kepercayaan Publik
Sejalan dengan visi tersebut, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol. Artanto menekankan bahwa kemampuan komunikasi publik personel berpengaruh signifikan terhadap persepsi masyarakat. Komunikasi yang jelas dan konsisten membantu warga memahami kebijakan Polri secara utuh tanpa distorsi.
“Peran kehumasan bukan hanya menyampaikan data, tapi menjaga kepercayaan dengan menghadirkan informasi yang akurat, cepat, dan terpercaya melalui pendekatan yang ramah,” ujar Kombes Pol. Artanto.
Melalui pelatihan intensif ini, Polda Jawa Tengah berharap seluruh personel semakin siap menjalankan peran sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang tulus. Perubahan pola komunikasi ini diharapkan mampu memperkuat citra Polri sebagai institusi yang modern dan humanis di mata dunia internasional.
(Humas/Red)









Tinggalkan Balasan