Viral! Pipa Tembaga Bisa ‘Hapus’ Awan di Langit?

Abah Sofyan

Investigasi Indonesia

Info Teknologi – Media sosial belakangan ini diramaikan oleh tren video yang memperlihatkan seseorang mengarahkan rangkaian pipa tembaga ke langit. Dalam narasi yang beredar, alat tersebut diklaim mampu membubarkan gumpalan awan atau menghapus jejak chemtrail (asap pesawat) dalam hitungan menit.

Fenomena ini memicu pertanyaan publik: Benarkah sebatang logam tembaga memiliki kekuatan untuk memanipulasi cuaca dan mengurai awan yang berada di ketinggian ribuan kaki?

Berdasarkan penelusuran sejarah sains dan prinsip meteorologi, klaim tersebut TIDAK BENAR dan tergolong dalam pseudoscience (sains semu). Berikut adalah bedah fakta secara rinci.

Bacaan Lainnya

Asal-Usul: Teori “Cloudbuster” Wilhelm Reich

Praktik mengarahkan pipa ke langit ini bukanlah hal baru. Konsep ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1950-an oleh seorang psikoanalis Austria bernama Wilhelm Reich. Ia menciptakan alat yang disebut “Cloudbuster”.

Reich percaya pada adanya energi kosmik yang disebut “Orgone”. Menurut teorinya, pipa logam yang dialiri air atau ditanahkan (grounding) dapat menyedot “energi orgone mati” dari atmosfer, yang pada akhirnya akan memecah awan dan mendatangkan hujan.

Namun, teori Orgone ini tidak pernah terbukti secara ilmiah dan ditolak oleh komunitas fisikawan dunia. Bahkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) pada masa itu melarang penjualan alat-alat Reich karena dianggap penipuan medis dan sains.

Mengapa Pipa Tembaga Tidak Bisa Mengurai Awan?

Secara fisika dan meteorologi modern, klaim bahwa pipa tembaga bisa mengurai awan adalah hal yang mustahil karena beberapa alasan berikut:

Jarak dan Skala:
Awan Cumulus atau jejak kondensasi pesawat (contrails) berada pada ketinggian antara 2.000 hingga 10.000 meter (bahkan lebih). Pipa tembaga di tanah, sepanjang apa pun, tidak memiliki mekanisme fisik (seperti gelombang elektromagnetik kuat atau panas) yang mampu menjangkau ketinggian tersebut.

Sifat Tembaga:
Tembaga (Copper/Cu) adalah konduktor listrik dan panas yang baik, tetapi ia bersifat diamagnetik (tidak menempel pada magnet) dan pasif. Tembaga tidak memancarkan frekuensi atau energi yang mampu memecah ikatan molekul air (H2O) di awan.

Faktor Alam (Angin dan Evaporasi):
Video yang beredar sering kali menunjukkan awan yang perlahan menghilang saat “ditembak” pipa. Dalam meteorologi, ini adalah proses alami. Awan terus bergerak, berubah bentuk, dan menguap karena angin dan perubahan tekanan udara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravatar profile
  • Rating