Dalam pertemuan tersebut, Bupati memaparkan rencana pembangunan Pasar Induk Sei Mangkei yang diproyeksikan menjadi pusat perdagangan pangan dan sembako bagi kawasan Kota Medan, Asahan, Tanjung Balai, Siantar, hingga Tebing Tinggi.
Bupati dan Wakil Bupati Batu Bara secara langsung menyerahkan proposal pembangunan dan revitalisasi lima pasar strategis, yakni:
- Pasar Delima Indrapura
- Pasar Nibung Hangus
- Pasar Cinta Damai
- Pasar Sei Bejangkar
- Pasar Induk Batu Bara
Proposal diterima langsung oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan. Dalam pernyataannya, Iqbal mengakui adanya efisiensi anggaran di Kementerian Perdagangan, namun menegaskan bahwa hal itu tidak menjadi alasan untuk menghentikan program prioritas.
“Meski anggaran terbatas, pekerjaan tidak boleh berhenti. Kita akan lihat titik paling tepat untuk realisasi,” ujar Iqbal.
Ia juga mengingatkan pentingnya memperhatikan karakter budaya belanja masyarakat dalam setiap pembangunan pasar, agar revitalisasi tidak justru menurunkan minat pengunjung.
“Jangan sampai pembangunan malah membuat masyarakat enggan datang ke pasar,” tegasnya.
Menutup pertemuan, Bupati Baharuddin menyampaikan harapannya agar sinergi antara Pemkab Batu Bara dan Kemendag dapat terjalin lebih erat dan berkelanjutan.
“Kami apresiasi penerimaan yang hangat dari Dirjen Perdagangan Dalam Negeri. Semoga kerja sama ini bisa direalisasikan secepatnya,” pungkasnya.
(Afghan/Red)







Tinggalkan Balasan