Wilson Lalengke: “Jika Polisi Terbiasa Kriminalisasi Warga, Maka Negara Sedang Sakit”

Abah Sofyan

PPWI dan Perjuangan Melawan Kriminalisasi

Sebagai Ketua Umum PPWI—organisasi yang membawahi ribuan pewarta warga di Indonesia dan 25 negara sahabat—Wilson Lalengke sering kali mengemukakan kritik terhadap kasus-kasus yang menimpa jurnalis independen dan aktivis sipil. Ia sendiri pun pernah merasakan langsung kerasnya tekanan dari aparat akibat kritiknya terhadap institusi negara.

Kami sudah berkali-kali menghadapi kriminalisasi terhadap rakyat biasa. Polanya selalu berulang: intimidasi, rekayasa hukum, dan pembungkaman media sosial. Jika kini yang dituding adalah perwira tinggi Polri, kita tidak boleh diam,” lanjutnya.

Kritik Terbuka kepada Polri

Bacaan Lainnya
Promo Terbatas

Dalam pernyataannya, Wilson menyoroti sikap ketertutupan dan defensif aparat dalam menanggapi kritik publik. Menurutnya, reformasi di tubuh kepolisian belum berjalan secara maksimal jika kasus-kasus seperti ini tidak segera ditangani dengan transparansi.

Jangan jadikan pangkat dan jabatan sebagai tameng. Yang dituduh dalam video itu bukan jenderal biasa. Ini adalah Kabaharkam Polri. Jika tuduhan ini tidak dibantah dengan bukti yang jelas, maka kepercayaan publik bisa runtuh,” ingatnya kepada Mabes Polri.

Wilson juga mendesak Kompolnas, Komnas HAM, dan lembaga pengawas independen lainnya untuk segera turun tangan menelusuri kasus ini. Ia menegaskan bahwa pihaknya siap membantu mengawal proses hukum dan memberi ruang bagi keluarga korban untuk bersuara.

Pernyataan Keras Wilson

“Ini bukan sekadar masalah satu orang, ini tentang keadilan. Jika polisi terbiasa melakukan kriminalisasi terhadap rakyat tanpa proses yang adil, maka negara sedang sakit. Dan jika negara sakit, kita semua terancam,” tegas Wilson.

Sebagai penutup, Wilson menyampaikan imbauan keras, “Buka mata, buka telinga. Jangan biarkan keadilan hanya menjadi hak mereka yang memiliki kuasa!”

(Tim/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravatar profile
  • Rating