Awas Toksin, BPOM Tarik Susu S-26 Ini

Abah Sofyan

“Paparan toksin ini dapat menimbulkan gejala dalam rentang 30 menit hingga 6 jam. Gejalanya berupa muntah hebat, diare, hingga kelesuan yang tidak biasa pada bayi,” tegas Taruna Ikrar dalam keterangan resminya, Rabu (14/1/2026).

Langkah Kehati-hatian BPOM

Meskipun penarikan dilakukan, BPOM menenangkan masyarakat dengan hasil uji laboratorium terkini. Berdasarkan pengujian sampel terhadap dua nomor bets yang masuk ke Indonesia tersebut, toksin cereulide sebenarnya tidak terdeteksi (Limit of Quantitation < 0,20 µg/kg).

Namun, BPOM tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (precautionary principle) mengingat konsumen produk ini adalah bayi yang sangat rentan. Hingga saat ini, belum ada laporan kasus sakit di Indonesia akibat produk tersebut.

Apa yang Harus Dilakukan Konsumen?

Stop Konsumsi: Jika memiliki produk dengan nomor bets di atas, segera hentikan penggunaan.

Bacaan Lainnya

Retur Produk: Kembalikan produk ke tempat pembelian atau hubungi layanan konsumen PT Nestlé Indonesia untuk penukaran/pengembalian dana.

Jangan Panik: Produk Nestlé atau S-26 dengan nomor bets selain yang disebutkan di atas dinyatakan aman dan tidak perlu dikhawatirkan.

PT Nestlé Indonesia sendiri telah kooperatif melakukan penarikan sukarela (voluntary recall) di bawah pengawasan ketat BPOM, sejalan dengan peringatan keamanan pangan global dari EURASFF dan INFOSAN yang berdampak pada 49 negara.

(Kon/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravatar profile
  • Rating