Gunung Merapi Berstatus Siaga Level III

Abah Sofyan

Investigasi Indonesia

Sleman, DI Yogyakarta – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan tingkat aktivitas Gunung Merapi berada pada Level III (Siaga). Berdasarkan laporan resmi pengamatan per Rabu (9/9/2026), data pemantauan menunjukkan suplai magma di dalam tubuh gunung api tersebut masih terus berlangsung.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Merapi, Yulianto, melaporkan bahwa selama 24 jam pengamatan, tercatat aktivitas kegempaan yang cukup intensif. Gunung api berketinggian 2.968 mdpl yang membentang di wilayah D.I. Yogyakarta dan Jawa Tengah ini mengalami 84 kali gempa Guguran dengan amplitudo 1–39 mm, 57 kali gempa Hybrid/Fase Banyak, serta 1 kali gempa Vulkanik Dangkal. Secara visual, puncak gunung dominan tertutup kabut dengan kondisi cuaca mendung dan angin tenang berembus ke arah timur.

PVMBG memetakan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas guguran (APG) pada sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara, ancaman mencakup Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol sejauh 5 km. Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik diperkirakan dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Bacaan Lainnya

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam daerah potensi bahaya yang telah ditetapkan. Selain itu, warga yang bermukim di sekitar alur sungai diminta tetap mewaspadai potensi bahaya lahar dingin dan APG, terutama saat terjadi curah hujan tinggi di wilayah puncak Gunung Merapi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Profil Gravatar
  • Rating