Investigasi Indonesia
Redaksional – Jagat media sosial di tanah air belakangan ini dihebohkan oleh rumor yang menyebutkan bahwa raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Nvidia, siap menyewa rumah-rumah warga di Indonesia sebagai tempat penyimpanan server kecerdasan buatan (AI).
Berdasarkan narasi yang beredar luas di platform TikTok, pemilik rumah diiming-imingi kompensasi fantastis mencapai Rp350 juta per tahun. Namun, dari hasil penelusuran fakta tim investigasi, informasi tersebut dipastikan HOAKS dan keliru konteks.
Informasi asli terkait program penempatan mini data center rumahan tersebut memang ada, namun hanya berlaku secara eksklusif untuk proyek perumahan baru di Amerika Serikat, sama sekali bukan di Indonesia.
Asal-Usul Konteks yang Disalahpahami
Rumor ini berakar dari inovasi sistem terdesentralisasi bernama XFRA Nodes, hasil kolaborasi Nvidia dengan Span dan Dell. Sistem ini berbentuk kotak kompartemen—mirip unit AC outdoor—yang dipasang di dinding luar bangunan. Di dalamnya tertanam GPU canggih untuk memproses beban kerja AI dengan memanfaatkan sisa kapasitas daya listrik hunian.
Kompensasi senilai US$22.000 atau sekitar Rp350 juta memang ditawarkan dalam program tersebut. Namun, hal itu masih berstatus uji coba terbatas yang melibatkan pengembang properti komersial PulteGroup untuk wilayah Amerika Serikat semata.


Tinggalkan Balasan