Bupati Simalungun Resmi Buka MTQ Ke-52

Abah Sofyan

Dorong Karakter Pemuda dan Sinergi Lintas Sektor

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Simalungun, Sugiarto, menegaskan dukungan legislatif terhadap kegiatan keagamaan yang berdampak langsung pada harmoni sosial.

“Mari kita bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang, demi membangun daerah yang lebih maju,” ujarnya.

Senada dengan hal itu, Bupati Anton Achmad Saragih mengingatkan bahwa esensi utama dari MTQ bukanlah sekadar perebutan juara, melainkan penguatan akhlak mulia di tengah masyarakat. Kendati demikian, Bupati tetap menjanjikan apresiasi khusus bagi para pemenang yang nantinya mampu mengharumkan nama Simalungun di tingkat provinsi maupun nasional.

Tidak hanya fokus pada syiar agama, area MTQ kali ini juga diintegrasikan dengan sektor ekonomi dan pelayanan publik. Di sekitar lokasi, Pemkab menggelar stan UMKM lokal, posko layanan kesehatan gratis, pengurusan administrasi kependudukan (Adminduk), hingga fasilitas perpustakaan keliling yang langsung ditinjau oleh jajaran pejabat daerah.

Bacaan Lainnya

Turut hadir dalam acara ini anggota DPRD, perwakilan institusi perbankan, jajaran BUMN/BUMD, tokoh agama, pimpinan pondok pesantren, organisasi kepemudaan, serta tokoh masyarakat setempat.

Edukasi Hukum: Penyelenggaraan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) oleh Pemerintah Daerah merupakan wujud implementasi dari Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 182A Tahun 1988 / Nomor 48 Tahun 1988 tentang Pengembangan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ). Secara hukum, pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk kegiatan ini sah dan legal, karena bertujuan untuk pembangunan mental-spiritual masyarakat yang selaras dengan fungsi pelayanan publik di bidang keagamaan.

Catatan Redaksi: Artikel ini bersumber dari rilis resmi Diskominfo Kabupaten Simalungun yang diterbitkan pada 18 Mei 2026. Redaksi melakukan penyusunan ulang struktur kalimat, pengoptimalan tata bahasa, dan penerapan teknik SEO jurnalisme tanpa mengubah substansi, nama tokoh, angka, lokasi, serta data faktual yang ada di dalam rilis asli demi menjaga integritas informasi.

(Yuni)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravatar profile
  • Rating