Investigasi Indonesia
Majalengka, Jawa Tengah – Pengerjaan proyek preservasi jalan di wilayah Bongas yang digarap oleh PT Bumi Duta Persada menuai protes keras dari masyarakat setempat. Pengerjaan proyek infrastruktur tersebut diduga dilakukan asal-asalan, mengabaikan keselamatan kerja, serta memicu polusi debu pekat yang berdampak buruk pada kesehatan dan kebersihan hunian warga sekitar.
Kondisi lingkungan yang kian memburuk membuat salah satu warga terdampak melayangkan teguran resmi kepada pihak pelaksana proyek. Warga meminta agar koridor jalan yang rusak dan berdebu intensif disiram dengan air demi meminimalisir gangguan pernapasan bagi masyarakat yang tinggal di barisan terdekat proyek.
Namun, alih-alih merespons keluhan tersebut dengan solusi teknis, seorang oknum yang mengaku sebagai General Manager Perencanaan PT Bumi Duta Persada bernama Hendra, justru bereaksi arogan. Lewat sambungan telepon WhatsApp, oknum pejabat proyek tersebut malah menantang dan mengajak ribut warga yang melayangkan protes.
Berdasarkan laporan yang diterima awak media, warga mengeluhkan minimnya realisasi penyiraman jalan di area konstruksi. Penyiraman diklaim hanya dilakukan beberapa kali pada awal pengerjaan, sementara hari-hari berikutnya dibiarkan kering hingga debu pekat terus mengotori rumah dan memaksa warga menutup rapat seluruh jendela sepanjang hari. Tindakan intimidasi berupa ancaman fisik dan ajakan berkelahi dari pihak manajemen perusahaan ini dinilai sangat tidak etis di tengah perjuangan warga mendapatkan hak lingkungan yang sehat.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih membuka ruang klarifikasi seluas-luasnya bagi manajemen PT Bumi Duta Persada guna mendapatkan informasi yang berimbang dan mendorong tindak lanjut atas keluhan warga.
Analisis Hukum & Ancaman Pidana
Tindakan mengabaikan dampak lingkungan dalam proyek jasa konstruksi serta melakukan intimidasi verbal/ancaman kekerasan fisik memiliki implikasi hukum yang serius:




Tinggalkan Balasan