“Kami mendorong Rumah Pintar PT BSI fokus pada pendidikan vokasi. Selain bahasa Inggris, penting juga membuka pelatihan komputer dengan materi coding untuk membekali siswa sejak dini,” ujar Kusti dalam keterangan resminya, Selasa (19/5/2026).
Rumah Pintar PT BSI saat ini telah memfasilitasi 240 siswa SD dan SMP dengan sarana pendukung modern, termasuk laboratorium komputer dan ruang bahasa berbasis smart TV. Bekerja sama dengan lembaga pendidikan profesional LEAP English & Digital Class, program ini menjadi inisiatif CSR PT BSI yang berfokus pada peningkatan literasi digital dan keterampilan komunikasi generasi muda di lingkar tambang.
Operator Utama Rumah Pintar PT BSI, Sulaiman, menyambut baik masukan dari Kemenko Perekonomian. Pihaknya berkomitmen untuk memperluas cakupan program agar tidak hanya terbatas pada bahasa Inggris dan komputer, tetapi juga mencakup sektor ekonomi kreatif lainnya. Selain meninjau pendidikan, rombongan kementerian juga melakukan observasi terhadap pelaku UMKM binaan PT BSI dan komunitas inovatif Waruung.com untuk memetakan potensi ekonomi kreatif di Banyuwangi.
Edukasi Hukum: Pengembangan pendidikan vokasi dan pemberdayaan masyarakat melalui program CSR (Corporate Social Responsibility) merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, di mana perusahaan wajib melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Selain itu, kebijakan ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi, yang mendorong sinergi antara dunia usaha dan dunia pendidikan guna mengurangi angka pengangguran serta meningkatkan kualitas tenaga kerja nasional secara berkelanjutan.
Catatan Redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan informasi kunjungan kerja Kemenko Perekonomian ke wilayah operasional PT BSI di Banyuwangi.
(Kontributor Jatim)













Tinggalkan Balasan