Investigasi Indonesia
Purworejo, Jawa Tengah – Jajaran Polres Purworejo kembali mengambil langkah tegas dalam menumpas kejahatan jalanan yang kian meresahkan warga. Dalam konferensi pers yang digelar di Lobby Tatag Trawang Tungga, Senin (31/8/2026), aparat kepolisian membeberkan keberhasilan mereka mengungkap tiga kasus besar kriminalitas remaja bersenjata tajam yang beroperasi lintas kabupaten.
Gelar perkara ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Purworejo Kompol Nana Edi Sugito—mewakili Kapolres AKBP Windy Syafutra—dengan didampingi Kasat Reskrim AKP Dwiyono serta Kasi Humas AKP Ida Widaastuti.
Kasus pertama menyoroti upaya tawuran massal antarkelompok pelajar lintas kabupaten yang nyaris pecah di area persawahan Desa Wironatan, Kecamatan Butuh. Berkat informasi warga dan kesigapan aparat gabungan, aksi yang direncanakan pada Minggu (26/7/2026) dini hari tersebut berhasil digagalkan. Dari lokasi kejadian, petugas menyita delapan senjata tajam mematikan, termasuk celurit modifikasi (corbek) sepanjang 1,5 meter hingga busur panah milik kelompok asal Kebumen.
Sementara itu, kasus kedua mengungkap pengeroyokan brutal di Dusun Kulahan, Kelurahan Sucenjurutengah, Kecamatan Bayan, pada Rabu (29/7/2026) malam. Insiden berdarah ini dipicu oleh saling tantang melalui siaran langsung (live) Instagram antara pelajar Kebumen dan Purworejo. Akibatnya, seorang korban berinisial AAA menderita luka parah akibat sabetan celurit. Dalam kasus ini, penyidik telah memeriksa 25 saksi dan menahan empat anak berhadapan dengan hukum sebagai tersangka utama.
Adapun kasus ketiga terungkap setelah sebuah rekaman video viral di platform Facebook. Video tersebut memperlihatkan sekelompok remaja berkonvoi sembari memamerkan senjata tajam di Jalan Kutoarjo-Bruno, Desa Wonosuko, Kecamatan Kemiri, Sabtu (1/8/2026). Melalui penelusuran siber dan penyelidikan mendalam, Unit Reskrim segera turun tangan menciduk para pelaku sekaligus mengamankan barang bukti berupa celurit panjang dan pedang samurai.








Tinggalkan Balasan