Konspirasi Frekuensi 33Hz Dihapus? Ini Fakta Ilmiahnya

Abah Sofyan
Ilustrasi Frekuensi Suara 33hz - Foto: Digital Media Investigasi Indonesia

Edukasi Sains & Literasi Digital: Memahami Rentang Pendengaran Manusia

Telinga manusia normal yang sehat didesain secara biologis untuk mampu mendengar rentang frekuensi suara mulai dari 20Hz (sangat rendah/bass) hingga 20.000Hz (sangat tinggi/treble). Frekuensi di bawah 20Hz disebut Infrasonik (hanya bisa didengar hewan seperti gajah), sedangkan di atas 20.000Hz disebut Ultrasonik (didengar oleh kelelawar atau lumba-lumba).

Penyebaran informasi yang menyebutkan bahwa sebuah hukum fisika (gelombang suara) bisa “diblokir dari peradaban” merupakan bentuk misinformasi digital. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan literasi digital dan menguji setiap informasi menggunakan logika sains dasar, agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi pseudosains (ilmu semu) yang sering kali disebarkan di media sosial semata-mata demi meraup engagement (penonton/klik) melalui ketakutan (fear-mongering).

Catatan Redaksi: Artikel cek fakta (fact-checking) ini disusun berdasarkan kajian literatur fisika akustik dan rekayasa audio (audio engineering). Redaksi investigasiindonesia.co.id berkomitmen untuk terus menyajikan karya jurnalisme berbasis data dan sains guna menangkal penyebaran disinformasi, hoaks, dan teori konspirasi yang dapat menyesatkan literasi publik.

(Red) 

Bacaan Lainnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravatar profile
  • Rating