Investigasi Indonesia
Magelang, Jawa Tengah – Janji pendidikan gratis di sekolah negeri tampaknya masih sebatas isapan jempol bagi sebagian masyarakat. Baru-baru ini, keluhan terkait dugaan pungutan wisuda SMAN 1 Grabag, Kabupaten Magelang, secara resmi dilaporkan oleh warga melalui kanal pengaduan publik LaporGub Provinsi Jawa Tengah pada Rabu (29/4/2026).
Melalui aduan bernomor resi LGWP95714748, seorang warga yang diduga merupakan wali murid meluapkan keresahannya atas kebijakan sekolah yang tetap mengizinkan digelarnya acara perpisahan (wisuda), pembuatan buku tahunan (yearbook), hingga malam keakraban (prom night). Kegiatan yang dijadwalkan pada bulan Juni 2026 tersebut mematok biaya sekitar Rp500 ribu per siswa.
“Mohon maaf sebelumnya, saya ingin melaporkan bahwa SMA N 1 GRABAG Kab.Magelang mengizinkan siswanya untuk mengadakan wisuda pada bulan juni 2026 yang akan datang, dan pengeluaran itu juga ditambah dengan biaya yearbook dan promnight dengan total pembayaran 500 ribuan, yang menurut saya itu cukup berat dan bukan uang yang sedikit,” tulis pelapor dalam laman resmi LaporGub.
Wali murid tersebut menyoroti ketidakpekaan pihak sekolah terhadap kondisi finansial orang tua. Terlebih, biaya tersebut ditagih di saat para siswa kelas 12 sedang sangat membutuhkan dana untuk biaya pendaftaran masuk perguruan tinggi (SNBT/Mandiri).
Selain biaya wisuda, pelapor juga membongkar adanya dugaan kewajiban pembelian buku.
“Kemarin juga ada disuruh beli buku TKA dengan harga 50-75 ribu/buku dan siswa WAJIB membelinya ada 5 buku dengan total sekitar 200 ribuan,” lanjutnya.
Kekecewaan pelapor semakin memuncak lantaran acara perpisahan tersebut rencananya akan mengundang guest star atau grup musik (band). Hal ini dinilai sebagai pemborosan yang tidak substansial bagi masa depan siswa, ditambah lagi adanya biaya terselubung lain seperti penyewaan kebaya dan riasan wajah (makeup) bagi siswi perempuan.









Tinggalkan Balasan