Jangan Jadi Jurnalis Kalau Malas Menulis dan Mengandalkan Rilis

Abah Sofyan

Investigasi Indonesia

RedaksionalJurnalisme sedang berada di persimpangan jalan. Di era di mana informasi berlimpah melalui media sosial dan Artificial Intelligence (AI), nilai tawar seorang jurnalis tidak lagi terletak pada seberapa cepat ia membagikan informasi, melainkan pada kedalaman analisis dan orisinalitas tulisannya. Namun, fenomena memprihatinkan muncul: banyak jurnalis yang terjebak dalam “jurnalisme copy-paste“—malas menulis narasi orisinal dan hanya mengandalkan rilis pers sebagai santapan utama berita.

Menjadi jurnalis berarti berkomitmen pada profesi intelektual. Rilis pers, pada hakikatnya, hanyalah pintu masuk atau sekadar bahan mentah. Ketika seorang jurnalis hanya “menyalin-tempel” rilis, ia bukan lagi sedang menjalankan fungsi pers sebagai watchdog, melainkan hanya menjadi corong humas gratisan. Tanpa verifikasi, tanpa cek fakta di lapangan, dan tanpa gaya bahasa yang menggugah, karya tersebut kehilangan nyawa.

Malas menulis adalah “kematian” bagi seorang jurnalis. Menulis adalah cara kita berpikir secara terstruktur. Jika kita malas mengolah kata, berarti kita malas berpikir. Jurnalis yang hanya mengandalkan rilis cenderung mengabaikan perspektif korban, dampak kebijakan bagi masyarakat kecil, dan kebenaran yang seringkali tersembunyi di balik pernyataan manis para narasumber.

Bacaan Lainnya

Pandangan dan Statement Ahli

Dunia jurnalisme membutuhkan keberanian untuk melampaui teks yang sudah jadi. Bill Kovach dan Tom Rosenstiel dalam buku The Elements of Journalism menegaskan bahwa kewajiban utama jurnalisme adalah kebenaran, dan disiplin utama jurnalisme adalah disiplin verifikasi. Mengandalkan rilis tanpa verifikasi adalah bentuk pengabaian terhadap disiplin ini.

Senada dengan itu, Sofyan, Pemimpin Redaksi Media Investigasi Indonesia, sering menekankan bahwa “Jurnalisme adalah sejarah yang ditulis dengan terburu-buru.” Namun, menurutnya, keterburuan bukan alasan untuk meninggalkan kedalaman.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravatar profile
  • Rating