Investigasi Indonesia
Editorial – Integritas dan profesionalisme seorang jurnalis kembali menjadi sorotan di tengah derasnya arus informasi digital. Para insan pers diingatkan untuk tetap teguh berdiri di atas landasan fakta lapangan dan tidak terjebak dalam opini pribadi saat memproduksi produk jurnalistik. Keberimbangan berita wajib dijaga secara mutlak, kecuali jika produk jurnalistik tersebut berangkat dari adanya aduan atau keluhan langsung dari warga yang membutuhkan ruang advokasi publik.
Kewajiban memisahkan fakta dan opini merupakan amanat mendasar yang tidak boleh ditawar. Ketika seorang jurnalis memasukkan subjektivitas atau pandangan pribadinya ke dalam berita straight news, hal tersebut berpotensi menggiring opini publik secara liar dan merugikan pihak-pihak tertentu yang sedang diberitakan.
Pengecualian: Ruang Bagi Aduan dan Keluhan Warga
Meski opini pribadi jurnalis dilarang keras mengintervensi berita, ada ruang khusus di mana pers harus bersikap tajam dan berpihak, yaitu saat menerima aduan, keluhan, atau laporan penderitaan dari masyarakat kecil.
-
Fungsi Kontrol Sosial: Pers berperan sebagai penyambung lidah masyarakat. Ketika warga mengeluhkan pelayanan publik yang buruk, dugaan pungli, atau tindakan semena-mena oknum aparat, pers wajib menginvestigasi dan menyuarakan keluhan tersebut.
-
Advokasi Publik: Dalam konteks ini, keberpihakan pers adalah bentuk pembelaan terhadap hak-hak publik yang terabaikan, bukan didasari oleh sentimen atau kebencian pribadi sang jurnalis.
-
Tetap Berbasis Konfirmasi: Sekalipun berangkat dari keluhan warga, jurnalis tetap wajib melakukan verifikasi dan konfirmasi kepada pihak terkait (asas cover both sides) agar berita yang dihasilkan tidak menjadi fitnah.
Bagaimana Jika Jurnalis Menemukan Pelanggaran Hukum Langsung di Lapangan?
Sering kali di lapangan, jurnalis tidak hanya menerima aduan, tetapi menemukan langsung (tangkap tangan) aktivitas yang jelas-jelas melanggar hukum. Contohnya seperti adanya aktivitas galian tanah (Galian C) ilegal, praktik mafia yang membeli BBM bersubsidi di SPBU secara berlebihan menggunakan kendaraan modifikasi (helikopter), hingga praktik perjudian terorganisir.
Jika menghadapi situasi ini, jurnalis tidak boleh berasumsi atau menghakimi sendiri dalam tulisan, melainkan wajib mengambil langkah-langkah berikut:







Tinggalkan Balasan