Investigasi Indonesia
Pematang Raya, Sumatera Utara – Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis Simalungun melakukan pengawasan ketat terhadap tiga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Raya, Rabu (22/4/2026). Meski penyaluran berjalan, tim pengawas menemukan sejumlah catatan kritis mulai dari buruknya pengelolaan limbah hingga fasilitas keamanan dapur yang belum memenuhi standar operasional prosedur (SOP) kesehatan lingkungan.
Ketua Satgas MBG Simalungun sekaligus Wakil Bupati, Benny Gusman Sinaga, memimpin langsung pengecekan di SPPG Bahapal Raya, SPPG Yayasan Karya Pangan Bergizi, dan SPPG Yayasan DS Cikoko. Dalam sidak tersebut, Satgas menyoroti residu lemak pada kolam penampungan limbah yang dinilai belum layak dialirkan ke saluran pembuangan umum karena berpotensi mencemari lingkungan sekitar.
Fasilitas Rusak dan Masalah Keamanan Dapur
Selain masalah lingkungan, Satgas menemukan kerusakan pada perangkat pemanas air (water heater) yang krusial untuk sterilisasi peralatan masak. Penataan tabung gas sebagai sumber energi utama juga dinilai tidak rapi dan berisiko tinggi terhadap keselamatan kerja. Terkait bahan baku, pihak pengelola mengakui adanya kendala distribusi ikan laut segar sehingga terpaksa menggunakan ikan beku sebagai alternatif sementara.









Tinggalkan Balasan