Investigasi Indonesia
Jakarta – Berdasarkan laporan ICW bertajuk ‘Hasil Pemantauan Tren Penindakan Korupsi’ serta diperkuat oleh statistik penindakan KPK per April 2026, negara diduga mengalami potensi kerugian mencapai Rp279,9 triliun.
Kritik TII: Aksi Pencegahan Diduga Hanya “Basa-Basi”
Transparency International Indonesia (TII), melalui rilis resminya pada 12 Februari 2025, memberikan catatan kritis pada pengesahan Aksi Pencegahan Korupsi (Aksi PK) periode 2025-2026 oleh Tim Nasional Stranas PK. TII menilai langkah pemerintah tersebut diduga penuh selebrasi basa-basi dan kurang menyentuh akar permasalahan korupsi politik di level kebijakan strategis.
Kondisi ini diduga menjadi salah satu pemicu anjloknya skor Corruption Perceptions Index (CPI) 2025 ke angka 34, sebagaimana dipaparkan TII dalam konferensi pers global di Jakarta pada Februari 2026. Skor tersebut mengindikasikan bahwa upaya pencegahan saat ini belum mampu memberikan dampak signifikan terhadap perbaikan integritas nasional.
ICW: Dugaan Lemahnya Perencanaan Anggaran
Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama DPR RI pada awal 2026, peneliti ICW menyoroti adanya dugaan pengelolaan anggaran yang kurang efisien, khususnya di sektor pendidikan. ICW mengkritik bahwa alokasi anggaran yang besar diduga sering kali diisi oleh program-program yang tidak relevan dengan kebutuhan dasar publik.









Tinggalkan Balasan