Investigasi Indonesia
Majalengka, Jawa Barat – Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Majalengka berhasil membongkar sebuah industri rumahan atau pabrik cairan narkoba di Majalengka yang memproduksi cairan mematikan berjenis MDMB-4EN-Pinaca. Penggerebekan fasilitas gelap ini berlangsung di Dusun Cihujan, Desa Cicadas, Kecamatan Jatiwangi, pada Minggu (3/5/2026) petang.
Di balik sebuah rumah sederhana yang tampak normal dari luar, tersimpan aktivitas produksi narkotika sintetis yang terstruktur. Dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba AKP Sigit Purnomo, tim bergerak senyap dan menggerebek lokasi sekitar pukul 18.30 WIB.
Saat penggeledahan merambah ke dalam lemari, petugas mendapati tiga tas gendong yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan “laboratorium mini”. Di dalamnya tersimpan belasan botol spray kecil berisi cairan narkotika MDMB-4EN-Pinaca siap edar, serta puluhan botol kosong yang menunggu untuk diisi.
Bau menyengat bahan kimia langsung tercium oleh petugas. Bahan baku berupa cairan aseton dan alkohol 96 persen ditemukan bercampur dengan tembakau dalam berbagai kemasan, yang merupakan racikan khas pembuatan tembakau sintetis mematikan.
Selain itu, polisi turut menyita peralatan produksi yang sangat lengkap, mulai dari gelas ukur, alat aduk, timbangan digital, plastik klip bening, hingga lakban bertuliskan “FRAGILE”. Dari tangan tersangka, petugas juga mengamankan sebuah ponsel Oppo A54S berwarna biru yang digunakan sebagai alat komunikasi operasional jaringan tersebut.
Berdasarkan temuan barang bukti yang masif, tersangka diduga kuat berperan ganda sebagai peracik (produsen) sekaligus distributor narkotika golongan I bukan tanaman. Saat ini, tersangka beserta seluruh barang bukti telah digelandang ke Mapolres Majalengka untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Menanggapi keberhasilan pengungkapan kasus besar ini, Kasat Narkoba AKP Sigit Purnomo memberikan peringatan keras kepada jaringan narkoba lainnya. Pengungkapan ini menjadi bukti bahwa ancaman narkotika bisa bersembunyi di balik hal-hal yang tampak biasa di perkampungan.









Tinggalkan Balasan