Palu Diguncang Gempa Utama M 6,7 dan Susulan

Abah Sofyan

Gempa Susulan Berikutnya – Pukul 11.14.00 WIB

Guncangan susulan kembali terjadi menjelang siang hari dengan kekuatan Magnitudo 5,2. Titik pusat gempa susulan ini bergeser ke koordinat 1,05 Lintang Selatan (LS) dan 120,10 Bujur Timur (BT), tepatnya berada di darat berjarak 29 kilometer arah Tenggara Kota Palu, Sulawesi Tengah dengan tingkat kedalaman yang tergolong dangkal.

Dampak dan Potensi Tsunami

Meskipun gempa utama mencatatkan angka kekuatan yang cukup masif (M 6,7), hasil analisis dan pemodelan matematis komputer dari BMKG secara tegas menyatakan bahwa rangkaian gempa bumi tektonik darat ini TIDAK berpotensi memicu terjadinya tsunami.

Getaran kuat dilaporkan dirasakan nyata oleh masyarakat di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Poso, hingga merembet ke wilayah tetangga di Pasangkayu, Sulawesi Barat. Guncangan sempat membuat warga di area perkantoran, rumah sakit, dan pemukiman berhamburan keluar ruangan demi menyelamatkan diri. Hingga saat ini, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat belum merilis laporan resmi adanya kerusakan infrastruktur berat maupun korban jiwa.

Kewajiban Pengawasan Struktur Bangunan Tahan Gempa:

Sebagai daerah ring of fire yang rawan aktivitas seismik, pembangunan infrastruktur di Sulawesi Tengah wajib mengacu pada Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Regulasi ini mengamanatkan bahwa setiap pendirian bangunan gedung harus memenuhi persyaratan keandalan teknis, termasuk standar kekuatan struktur bangunan terhadap gempa bumi (earthquake resistant design) demi aspek keselamatan publik.

Bacaan Lainnya

Hak Perlindungan dan Pemenuhan Kebutuhan Korban Bencana:

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, dalam hal terjadinya eskalasi dampak bencana, masyarakat terdampak berhak mendapatkan perlindungan sosial, pemenuhan kebutuhan dasar (pangan, sandang, penampungan darurat), serta pelayanan kesehatan segera dari pemerintah daerah yang berkoordinasi langsung dengan BNPB.

Catatan Redaksi: Pemberitaan ini disusun melalui teknik kompilasi dan sinkronisasi berkala terhadap data parameter seismik resmi yang dirilis oleh BMKG per 16 Juni 2026. Mengingat sifat gempa susulan yang masih mungkin terjadi dalam skala kecil untuk stabilisasi lempeng bawah tanah, masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa kekokohan bangunan tempat tinggal serta menjauhi lereng yang rawan longsor.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Profil Gravatar
  • Rating