Investigasi Indonesia
Jepara, Jawa Tengah – Sebuah kisah pilu yang berujung haru mewarnai perjalanan pulang seorang transmigran asal Desa Rahtawu, Kecamatan Gebok, Kabupaten Kudus. Pria bernama Suraji tersebut harus rela menahan lelah setelah tersesat dan berjalan kaki tanpa arah selama tiga hari penuh di wilayah Kabupaten Jepara, sebelum akhirnya diselamatkan pada Senin (27/7/2026).
Nasib nahas yang menimpa Suraji bermula saat ia menempuh perjalanan pulang dari daerah transmigrasi di Mamuju. Setibanya di Surabaya melalui jalur laut, ia bermaksud melanjutkan perjalanan darat ke Kudus menggunakan jasa travel. Namun, akibat disorientasi dan kebingungan, Suraji justru turun di wilayah Jepara.
Tanpa peta maupun kerabat, ia terpaksa menyusuri jalanan Jepara dengan berjalan kaki selama tiga hari berturut-turut. Beruntung, raut kebingungan Suraji menarik simpati warga di kawasan Batealit. Warga yang peduli segera memberinya pertolongan pertama dan melaporkan kejadian ini ke Polsek Batealit.
Merespons aduan warga, tim Satbinmas Polres Jepara yang dipimpin oleh Kanit Binkamsa Ipda Joko Suhaji, bersama Bhabinkamtibmas Aiptu Waluyo dan Aiptu Guntur, langsung menjemput Suraji.
“Petugas segera memberikan pertolongan awal dan memastikan kondisi yang bersangkutan dalam keadaan aman. Selanjutnya, tim berkoordinasi lintas wilayah untuk melacak keberadaan keluarga korban,” ujar Ipda Joko Suhaji.
Tidak sekadar menyelamatkan, jajaran Satbinmas Polres Jepara mengambil inisiatif proaktif dengan mengantarkan langsung Suraji menuju Polsek Gebog, Kudus. Berkat sinergi cepat dengan Bhabinkamtibmas Desa Rahtawu, pihak keluarga berhasil dihubungi. Suasana haru tak terbendung saat Suraji akhirnya diserahkan kembali ke pelukan keluarganya dalam keadaan sehat dan selamat.
Edukasi Hukum dan Pelayanan Masyarakat
Penanganan respons cepat terhadap warga telantar atau tersesat merupakan bagian tak terpisahkan dari tugas dan fungsi kepolisian:








Tinggalkan Balasan