Sensus di Kalinyamatan Jepara Tuai Protes Warga

Abah Sofyan
Oplus_131072

Investigasi Indonesia 

Jepara, Jawa Tengah – Pelaksanaan pendataan lapangan oleh petugas sensus di Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, menuai keberatan dan keresahan dari sejumlah warga. Warga menilai pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh oknum petugas di lapangan telah melampaui batas kewajaran serta berada di luar tugas pokok dan fungsi (tupoksi) resmi.

Salah seorang warga setempat berinisial IM mengungkapkan kekecewaan sekaligus kekhawatirannya saat didatangi oleh petugas sensus beberapa waktu lalu. IM mengaku terkejut ketika pertanyaan yang diajukan justru mulai masuk ke ranah aset pribadi yang dinilai tidak pantas.

“Saya takut, kenapa petugas sensus bertanya yang bukan ranahnya dan tupoksinya? Masak bertanya ‘ini rumah siapa, kalau dijual laku berapa?’ Saya nggak mau jawab dan saya suruh pergi,” ujar IM kepada awak media dengan nada kecewa.

Bacaan Lainnya

IM menegaskan bahwa esensi dari program sensus seharusnya berfokus pada pengumpulan data kependudukan riil serta pemetaan kebutuhan dasar masyarakat, bukan mengorek nilai ekonomis properti atau aset pribadi warga. Kejadian ini dinilai mencederai esensi pendataan dan memicu pertanyaan besar dari masyarakat mengenai transparansi tujuan program pendataan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan maupun klarifikasi resmi dari pihak Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jepara mengenai keluhan dan evaluasi tata cara pendataan yang dilakukan oleh petugasnya di lapangan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Profil Gravatar
  • Rating