Investigasi Indonesia
Simalungun, Jawa Tengah – Tragedi pembunuhan sadis menggemparkan warga Haranggaol, Nagori Sipinggan, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara pada Senin (29/6/2026). Seorang wanita berinisial RT tewas mengenaskan setelah diduga dianiaya secara brutal oleh kekasihnya sendiri, SMJ, menggunakan martil. Motif pembunuhan tragis ini diduga kuat dipicu oleh rasa cemburu buta pelaku terhadap korban.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketegangan antara keduanya sudah mulai memuncak sejak subuh dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Pelaku SMJ terlibat cekcok hebat dengan korban RT.
Ironisnya, pada pukul 04.20 WIB, pelaku sempat mengirimkan pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp kepada orang tua korban. Dalam pesan tersebut, SMJ mengisyaratkan keretakan hubungan mereka.
“Amang, jangan marah samaku, hubunganku dengan anakmu sudah tidak baik, karena dia selingkuh di saat aku sedang berjuang dari keterpurukan,” tulis pelaku dalam pesannya.
Pagi harinya sekitar pukul 07.00 WIB, situasi sempat tampak normal ketika korban RT masih terlihat menyantap sarapan di dekat rumahnya. Namun, petaka mengerikan pecah dua jam kemudian. Pada pukul 09.00 WIB, warga sekitar dikejutkan dengan histeria korban yang berlari keluar dari dalam rumah dalam kondisi kepala bersimbah darah sembari berteriak meminta pertolongan.
Melihat kondisi darurat tersebut, salah seorang warga langsung bergegas menghubungi pihak keluarga korban yang tinggal paling dekat dengan lokasi kejadian untuk memberikan bantuan evakuasi.
Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit, Hasil Otopsi Temukan 24 Luka Tusukan
Korban yang mengalami luka robek dan cedera berat di bagian kepala langsung dilarikan ke Puskesmas Purba untuk mendapatkan pertolongan medis pertama. Akibat luka dihantam martil yang terlalu parah, pihak puskesmas segera merujuk korban ke Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar.
Nahas, setibanya di RS Vita Insani, tim medis menyatakan bahwa nyawa RT sudah tidak dapat tertolong lagi. Jasad korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum (RSU) Djasamen Saragih Pematangsiantar guna menjalani proses otopsi mendalam. Hasil otopsi tim forensik menunjukkan fakta mengerikan, di mana terdapat sedikitnya 24 tusukan atau hantaman benda tumpul di bagian kepala korban yang menjadi penyebab utama hilangnya nyawa RT.








Tinggalkan Balasan