Pertalite Rp15 Ribu, Petani Tanggamus Gugat Mafia SPBU

Abah Sofyan
Oplus_131072

Investigasi Indonesia

Tanggamus, Lampung – Masyarakat di Kabupaten Tanggamus, Lampung, khususnya para petani dan nelayan, kini tengah menjerit akibat melambungnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite di tingkat kios eceran. Berdasarkan pantauan di lapangan, harga Pertalite eceran telah menembus angka fantastis hingga Rp15.000,- per liter, yang kian mencekik dan membebani biaya operasional warga di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.

Tingginya harga eceran tersebut terpaksa ditelan pahit oleh masyarakat akibat keterbatasan akses serta seringnya terjadi kelangkaan stok BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setempat. Kondisi ini disinyalir sengaja dimanfaatkan oleh sejumlah oknum pemilik kios pengecer untuk meraup keuntungan berlipat ganda di atas penderitaan masyarakat.

Akses Hak Rakyat Diduga Direnggut, SPBU Talang Padang Dikuasai Mafia

Kelangkaan ini memicu kekecewaan mendalam bagi warga. Berdasarkan kesaksian salah satu sumber yang identitasnya dirahasiakan, pihak SPBU dituding lebih mengutamakan para pengecor ilegal ketimbang melayani hak masyarakat umum.

Bacaan Lainnya

“Kalau di SPBU sering kosong, dan pihak SPBU masih mengutamakan pengecoran ilegal tanpa memikirkan keluhan warga. Hak masyarakat seperti direnggut. Karena antrean yang sangat panjang, kami terpaksa beli di kios seharga Rp15 ribu per liter. Kami para petani sangat keberatan karena biaya kerja otomatis semakin tinggi,” ungkap sumber tersebut.

Lebih lanjut, sumber membeberkan bahwa praktik culas ini diduga kuat dikoordinasi oleh mafia BBM subsidi yang terkesan kebal hukum. Salah satu titik yang menjadi sorotan tajam adalah SPBU dengan nomor lambung 24.353.98 yang berlokasi di Jalan Raya Talang Padang, Tanjung Heran, Kecamatan Talang Padang.

Diduga di SPBU tersebut, aktivitas pengecoran BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar dilaporkan telah berlangsung lama secara terang-terangan. Praktik ini disinyalir berjalan mulus akibat adanya kongkalikong atau kerja sama rahasia antara oknum pengawas SPBU dengan para mafia. Para pengecor diketahui berulang kali keluar-masuk mengisi BBM menggunakan jeriken hingga kendaraan dengan tangki yang sudah dimodifikasi.

Warga menyayangkan sikap pihak terkait dan Aparat Penegak Hukum (APH) yang seolah menutup mata dan dinilai tidak sanggup menindak jaringan mafia BBM subsidi yang menguasai SPBU Tanjung Heran tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Profil Gravatar
  • Rating