Pertalite Rp15 Ribu, Petani Tanggamus Gugat Mafia SPBU

Abah Sofyan
Oplus_131072

Dampak Nyata terhadap Sektor Pertanian dan Desakan Sidak Lapangan

Lonjakan harga Pertalite eceran ini berdampak langsung berantai terhadap rantai produksi pertanian. Biaya operasional untuk kendaraan pengangkut hasil panen hingga bahan bakar mesin alat pertanian (alsintan) melonjak drastis, sehingga mengancam pendapatan para petani yang kian menipis.

Merespons pembiaran yang berlarut-larut ini, masyarakat mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus, dinas terkait, serta aparat pengawas perdagangan untuk segera mengambil tindakan nyata di lapangan, bukan sekadar menerima laporan di atas meja.

“Kami berharap pemerintah turun langsung ke lapangan dan lihat kondisi riil masyarakat. Jangan sampai petani dan nelayan terus-menerus menjadi korban akibat lemahnya pengawasan,” tegas warga lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, tim media masih terus berupaya membuka ruang konfirmasi dan hak jawab seluas-luasnya kepada pihak manajemen SPBU 24.353.98, dinas yang membidangi perdagangan dan energi, serta aparat penegak hukum setempat guna mendapatkan klarifikasi resmi mengenai pengawasan dan karut-marut distribusi BBM bersubsidi di wilayah tersebut.

Bacaan Lainnya

(TOMI)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Profil Gravatar
  • Rating